1. Pendahuluan Perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat telah memberikan kemudahan dalam berbagai aspek operasional bisnis, khususnya dalam pengelolaan data dan pengambilan keputusan yang cepat dan akurat. Pemanfaatan sistem terkomputerisasi menjadi kebutuhan penting bagi perusahaan di bidang restoran untuk menjaga kelancaran operasional dan efisiensi kerja. Namun, pada praktiknya masih terdapat proses pencatatan dan pengolahan data yang dilakukan secara manual, seperti penggunaan lembar kerja Excel, yang berpotensi menimbulkan kesalahan dan keterlambatan informasi. Bakmi GM sebagai perusahaan yang bergerak di bidang restoran menyadari pentingnya penerapan teknologi informasi dalam pengelolaan Laporan Stok Malam (LSM). LSM merupakan laporan harian yang berfungsi untuk mencatat stok malam serta menghitung kebutuhan pemesanan barang (SPB) guna memastikan ketersediaan bahan operasional restoran tetap terjaga. Oleh karena itu, Bakmi GM berkeinginan untuk mengubah proses pencatatan manual tersebut menjadi sebuah sistem aplikasi web yang terintegrasi, efektif, dan mudah digunakan. Sejalan dengan kebutuhan tersebut, PT. Sentra Inovasi Solusindo sebagai perusahaan yang bergerak di bidang IT Solution dan pengembangan sistem informasi berkomitmen untuk membangun Sistem LSM Web Portal. Berbekal pengalaman dalam analisis kebutuhan pengguna, pengembangan perangkat lunak, serta implementasi sistem, PT. Sentra Inovasi Solusindo akan menghadirkan solusi aplikasi web yang mampu meningkatkan efisiensi, akurasi data, serta mendukung kelancaran operasional Bakmi GM secara berkelanjutan. 2. Tujuan Aplikasi Tujuan pembangunan LSM Web Portal : • Mengubah proses input manual berbasis Excel menjadi aplikasi web portal • Meningkatkan efisiensi, akurasi, dan integrasi data • Mempermudah input stok harian dan konversinya • Menghilangkan pengiriman SPB manual via email (integrasi ERP) • Maintenance jadwal pengiriman Warehouse (WHS) • Akses real-time & transparan data stok, SPB, dan laporan • Mendukung Item Request (Ad-Hoc & Planned) 3. Ruang Lingkup Aplikasi Setelah memahami latar belakang serta tujuan pengembangan Sistem Laporan Stok Malam (LSM) Web Portal, diperlukan penjabaran yang jelas mengenai batasan dan cakupan pekerjaan yang akan dilaksanakan. Penentuan ruang lingkup ini bertujuan agar seluruh pihak yang terlibat memiliki pemahaman yang sama terkait fungsi, fitur, serta batas tanggung jawab dalam pelaksanaan pengembangan sistem. Dengan adanya ruang lingkup pekerjaan yang terdefinisi dengan baik, diharapkan proses implementasi dapat berjalan secara terarah, terukur, dan sesuai dengan kebutuhan operasional Bakmi GM. Berdasarkan hal tersebut, ruang lingkup pekerjaan dalam pengembangan Sistem LSM Web Portal dibagi menjadi pekerjaan yang termasuk dalam lingkup pengembangan serta pekerjaan yang berada di luar lingkup pengembangan, sebagaimana dijelaskan pada bagian berikut. 3.1 Dalam Lingkup • Pembangunan aplikasi web LSM dengan responsive design (desktop/tablet/mobile) • Input stock opname (sisa utuh & sisa pakai) dengan konversi otomatis (berdasarkan master item konversi) • Perhitungan otomatis usulan SPB berdasarkan forecast dan stok aktual • Migrasi data dari Excel ke sistem baru • Integrasi output SPB ke ERP melalui file CSV • Pengelolaan Item Request Ad-Hoc & Planned • Modul SPB Regular, SPB Tambahan, dan SPB Batalan • Modul pelaporan lengkap (7 jenis laporan) 3.2 Luar Lingkup • Aplikasi mobile native (iOS/Android) • Automasi pemesanan langsung ke vendor • Pengelolaan forecast mandiri (dikelola dari ERP) • Laporan di luar LSM & SPB • Infrastruktur server dan hosting 4. Fungsi dan Modul Aplikasi LSM Web Portal 4.1 Login Merupakan tampilan dalam aplikasi web browser untuk mem-verifikasi pengguna mempunyai hak membuka aplikasi. Disini juga disediakan fungsi untuk melakukan penggantian password melalui fungsi lupa password. 4.2 Halaman Utama Halaman utama merupakan tampilan awal setelah pengguna aplikasi berhasil masuk setelah melakukan login pada aplikasi web browser. 4.3 Profile Merupakan modul yang berisi informasi dari pengguna yang melakukan login pada aplikasi. Pada modul ini terdapat fungsi untuk melakukan pengubahan, melihat dan mengganti password pengguna aplikasi. 4.4 Master User Master User merupakan modul yang digunakan untuk mengelola data pengguna (user) yang memiliki akses ke dalam Sistem Laporan Stok Malam (LSM) Web Portal. Modul ini berfungsi sebagai pusat pengaturan hak akses dan kewenangan pengguna agar setiap aktivitas dalam sistem dapat berjalan sesuai dengan peran dan tanggung jawab masing-masing. Melalui Master User, administrator sistem dapat melakukan pengelolaan data pengguna yang meliputi pembuatan akun baru, perubahan data pengguna, pengaturan peran (role), serta pengelolaan status akun aktif atau tidak aktif. Setiap pengguna akan diberikan hak akses tertentu sesuai dengan perannya, sehingga hanya fitur dan data yang relevan yang dapat diakses oleh pengguna tersebut. Penerapan Master User dalam sistem bertujuan untuk menjaga keamanan data, meningkatkan kontrol operasional, serta memastikan proses bisnis berjalan secara terstruktur dan terintegrasi. Dengan adanya pengelolaan pengguna yang baik, sistem dapat meminimalkan risiko kesalahan penggunaan, penyalahgunaan akses, serta mendukung audit dan pelacakan aktivitas pengguna dalam sistem. 4.5 Master Hak Akses Merupakan modul untuk menampung pengaturan hak akses untuk dapat diberikan kepada pengguna nantinya dalam otorisasi terdapat proses dan fungsi apa saja yang boleh dan tidak dapat dilakukan. Modul ini terdapat pada aplikasi web browser dengan diberikan fungsi untuk menambah, melakukan pengubahan dan melihat data yang sudah pernah dibuat. 4.6 Master Store Master Store merupakan modul yang digunakan untuk mengelola data unit atau cabang restoran yang terdaftar dalam Sistem Laporan Stok Malam (LSM) Web Portal. Modul ini berfungsi sebagai referensi utama bagi seluruh proses operasional dalam sistem yang berkaitan dengan lokasi store, baik dalam pencatatan stok, perhitungan kebutuhan pemesanan barang (SPB), maupun pelaporan. Data Master Store pada sistem ini diterima secara terintegrasi dari sistem ERP (QAD). Seluruh data store sepenuhnya dikontrol dan dikelola dari sistem ERP, sedangkan LSM Web Portal hanya berfungsi sebagai media penyajian data (read-only) dan penggunaan data tersebut dalam proses operasional LSM dan SPB. Dengan mekanisme ini, konsistensi dan validitas data store tetap terjaga karena mengacu pada satu sumber data utama (single source of truth). Keberadaan Master Store bertujuan untuk memastikan keseragaman data store di seluruh modul sistem serta mendukung integrasi antar sistem. Dengan data yang tersinkronisasi dari ERP, LSM Web Portal dapat menjalankan proses pencatatan dan pelaporan secara akurat tanpa melakukan pengelolaan data store secara manual, sehingga mengurangi risiko perbedaan data dan kesalahan administrasi. 4.7 Master Menu Master Menu merupakan modul yang digunakan untuk mengelola data menu restoran yang digunakan sebagai acuan dalam proses operasional pada Sistem Laporan Stok Malam (LSM) Web Portal. Modul ini berperan sebagai referensi dalam pencatatan pemakaian bahan baku, perhitungan kebutuhan stok, serta penyusunan laporan yang berkaitan dengan menu yang dijual di setiap store. Data Master Menu diterima secara terintegrasi dari sistem ERP (QAD). Seluruh data menu dikontrol dan dikelola sepenuhnya melalui sistem ERP, sedangkan LSM Web Portal hanya berfungsi untuk menyajikan dan memanfaatkan data tersebut dalam proses LSM dan perhitungan SPB. Dengan demikian, konsistensi data menu dapat terjaga dan selaras dengan sistem utama perusahaan. Keberadaan Master Menu memastikan keterkaitan yang akurat antara menu, bahan baku, dan aktivitas operasional lainnya dalam sistem, serta mendukung proses pelaporan yang terstandarisasi dan terintegrasi dengan ERP. 4.8 Master Item Master Item merupakan modul yang digunakan untuk mengelola data item atau bahan baku yang digunakan dalam operasional restoran pada Sistem Laporan Stok Malam (LSM) Web Portal. Modul ini menjadi referensi utama dalam proses pencatatan stok malam, perhitungan sisa stok, konversi satuan, serta perhitungan otomatis usulan pemesanan barang (SPB). Data Master Item diterima secara terintegrasi dari sistem ERP (QAD) dan sepenuhnya dikontrol dari sistem tersebut. LSM Web Portal tidak melakukan pengelolaan data item secara manual, melainkan hanya menyajikan dan menggunakan data item yang telah ditetapkan di ERP untuk kebutuhan operasional dan pelaporan. Dengan adanya Master Item yang terintegrasi dengan ERP, sistem dapat memastikan keakuratan data stok, konsistensi perhitungan, serta keselarasan antara data operasional LSM dengan sistem ERP sebagai pusat pengelolaan data perusahaan. 4.9 Master Item Conversion Master Item Conversion merupakan modul yang menampilkan konversi satuan item antara Satuan Pakai (SP) dan Unit Measure (UM) yang digunakan dalam Sistem Laporan Stok Malam (LSM) Web Portal. Data konversi ini diterima secara terintegrasi dari sistem ERP (QAD) dan sepenuhnya dikontrol oleh sistem tersebut. Modul ini digunakan untuk mendukung perhitungan stok, konversi satuan, dan pelaporan agar tetap akurat dan konsisten dengan standar data yang ditetapkan di ERP. 4.10 Master Shipment Delivery (DCKP/DSLK) Master Shipment Delivery merupakan modul yang digunakan untuk melihat dan mengelola jadwal pengiriman dari Delivery yang menjadi salah satu acuan dalam penentuan kebutuhan pemesanan barang (SPB). Modul ini menyediakan informasi jadwal pengiriman serta fitur upload data shipment yang digunakan dalam proses perhitungan dan pengambilan keputusan SPB. 4.11 Master Shipment Supplier Master Shipment Supplier merupakan modul yang digunakan untuk melihat dan mengelola jadwal pengiriman dari supplier sebagai dasar penentuan terjadinya SPB. Modul ini dilengkapi dengan fitur upload data shipment supplier yang berfungsi sebagai referensi dalam proses perencanaan, perhitungan, dan pengajuan SPB. 4.12 Master Range DOI Range DOI merupakan modul master yang digunakan sebagai referensi dalam pengelolaan data pada modul master lainnya di Sistem Laporan Stok Malam (LSM) Web Portal. Modul ini berfungsi untuk menetapkan rentang Days of Inventory (DOI) yang digunakan sebagai acuan dalam proses perhitungan, perencanaan stok, serta penentuan kebutuhan pemesanan barang (SPB). 4.13 Master Holiday Holiday merupakan modul master yang digunakan sebagai referensi pada modul master lainnya di Sistem Laporan Stok Malam (LSM) Web Portal. Modul ini berfungsi untuk mendefinisikan data hari libur yang dapat mempengaruhi perhitungan dan proses operasional sistem, serta dilengkapi dengan fitur upload data holiday. 4.14 Master FSTR Master FSTR merupakan modul yang digunakan untuk mengelola data FSTR sebagai referensi dalam proses operasional pada Sistem Laporan Stok Malam (LSM) Web Portal. Modul ini dilengkapi dengan fitur upload data untuk mendukung pengelolaan dan pembaruan data FSTR. Format FSTR akan mengikuti format FSTR dari team Costing. 4.15 Master Reason Adjustment Master Reason Adjustment merupakan modul yang digunakan untuk mengelola data alasan penyesuaian (adjustment) sebagai referensi dalam proses operasional pada Sistem Laporan Stok Malam (LSM) Web Portal. Modul ini berfungsi untuk memastikan setiap penyesuaian data memiliki alasan yang terdokumentasi secara terstandarisasi. 4.16 Master Format Numbering SPB Master Format Numbering SPB merupakan modul yang digunakan untuk mengelola format penomoran SPB sebagai referensi pada proses dan data terkait di Sistem Laporan Stok Malam (LSM) Web Portal. Modul ini dilengkapi dengan fitur upload data untuk mendukung pengaturan dan pembaruan format penomoran. Format numbering dapat membedakan: 1. SPB Regular atau Non-Regular - Regular: Pemesanan rutin harian berdasarkan forecast dan stok opname - Non-Regular: Pemesanan di luar jadwal regular (SPB Tambahan, SPB Batalan) 2. Tipe Dokumen - SPB (Surat Permintaan Barang): Dokumen permintaan barang dari store ke warehouse - SO (Stock Opname): Dokumen pencatatan stok malam - PO (Purchase Order): Dokumen pemesanan pembelian - DO (Delivery Order): Dokumen pengiriman barang - PR (Purchase Request): Dokumen permintaan pembelian 3. Tipe Barang - Basah: Item dengan masa simpan pendek (sayuran, daging, seafood, dll) - Kering: Item dengan masa simpan panjang (bumbu, minyak, tepung, dll) Dengan adanya pembedaan ini, sistem dapat menghasilkan nomor dokumen yang lebih terstruktur dan mudah diidentifikasi berdasarkan karakteristik transaksi dan jenis barang yang dipesan. 4.17 Master Sales Type Master Sales Type merupakan modul yang digunakan untuk mengelola data jenis penjualan sebagai referensi pada modul lain di Sistem Laporan Stok Malam (LSM) Web Portal. 4.18 Master Periode Master Periode merupakan modul yang digunakan untuk mengelola data periode sebagai referensi dalam proses operasional dan pelaporan pada Sistem Laporan Stok Malam (LSM) Web Portal. 4.19 Transaksi Forecast Forecast merupakan modul transaksi yang digunakan untuk mengelola data proyeksi operasional dalam Sistem Laporan Stok Malam (LSM) Web Portal. Modul ini berfungsi sebagai sarana input, peninjauan, dan penyesuaian data forecast yang digunakan dalam proses operasional sistem. Pada modul Forecast, sistem menyediakan fitur upload data forecast dari file Excel. Data forecast yang telah diunggah selanjutnya melalui proses review dan penyesuaian oleh Senior Store Manager (SSM) untuk memastikan kesesuaian dengan kondisi operasional aktual. Setelah proses review selesai, Store Manager (SM) melakukan pengaturan Target Sisa Malam (TSM) sesuai dengan kebutuhan operasional. Data forecast yang telah melalui tahapan tersebut akan digunakan sebagai referensi oleh modul lain di dalam sistem, dengan tetap mengacu pada alur dan kewenangan masing-masing pengguna. 4.20 Transaksi LSM / SO LSM (Laporan Stok Malam) merupakan modul transaksi yang digunakan untuk mencatat kondisi stok akhir harian pada setiap store dalam Sistem Laporan Stok Malam (LSM) Web Portal. Modul ini berfungsi sebagai sarana pencatatan stok malam secara terstruktur dan terstandarisasi guna mendukung proses operasional dan pelaporan. Pada modul LSM, pengguna melakukan input data stock opname yang terdiri dari sisa stok utuh dan sisa stok pakai untuk setiap item. Sistem akan melakukan konversi otomatis berdasarkan satuan yang telah ditetapkan pada master data, sehingga menghasilkan nilai stok akhir (ending stock) yang akurat. Proses pengisian LSM dilakukan setiap hari (hari H) dan tidak diperkenankan melakukan input mundur (backdate). Modul LSM juga mendukung pencatatan penyesuaian stok (adjustment) sesuai dengan ketentuan item yang berlaku, dengan alasan penyesuaian yang telah didefinisikan pada master data. Seluruh data yang diinput pada LSM akan tersimpan sebagai arsip historis dan digunakan sebagai referensi pada proses operasional dan pelaporan di dalam sistem. Setelah proses input selesai, pengguna dapat menyimpan data atau melanjutkan ke proses berikutnya sesuai dengan kewenangan yang dimiliki. Setiap aktivitas pada modul LSM tercatat dalam sistem untuk mendukung transparansi dan kebutuhan audit. 4.21 Transaksi SPB Regular SPB Regular merupakan modul transaksi yang digunakan untuk mengelola proses pemesanan barang reguler yang dihasilkan dari proses Laporan Stok Malam (LSM). Modul ini berfungsi untuk menampilkan usulan pemesanan barang berdasarkan data operasional yang telah diproses dalam sistem. Pada modul SPB Regular, pengguna dapat melakukan peninjauan terhadap usulan pemesanan yang dihasilkan sistem sebelum dilakukan pembuatan SPB. Setelah melalui proses review dan validasi sesuai kewenangan, sistem akan menghasilkan dokumen SPB dan melakukan proses lanjutan sesuai dengan alur yang berlaku. Seluruh data dan aktivitas pada SPB Regular tercatat dalam sistem untuk keperluan monitoring dan pelaporan. 4.22 Transaksi SPB Tambahan SPB Tambahan merupakan modul transaksi yang digunakan untuk mengelola pemesanan barang di luar pemesanan reguler. Modul ini digunakan untuk menangani kebutuhan khusus atau kondisi tertentu yang tidak tercakup dalam SPB Regular. Pada modul SPB Tambahan, proses pemesanan dilakukan secara terpisah dari SPB Regular dan memerlukan pencatatan alasan penyesuaian sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Setiap SPB Tambahan diproses dan dicatat secara terpisah, serta digunakan sebagai bagian dari dokumentasi dan pelaporan operasional dalam sistem. 4.23 Transaksi SPB Batalan SPB Batalan merupakan modul transaksi yang digunakan untuk mengelola perubahan atau pembatalan terhadap pemesanan barang yang telah dibuat sebelumnya. Modul ini memungkinkan pengguna melakukan penyesuaian jumlah pemesanan sesuai dengan kondisi aktual. Setiap proses SPB Batalan dilakukan berdasarkan ketentuan yang berlaku dan memerlukan proses persetujuan sesuai kewenangan. Perubahan yang dilakukan akan tercatat dalam sistem dan menjadi bagian dari histori pemesanan serta pelaporan operasional. 4.24 Laporan LSM Merupakan modul laporan Laporan Stok Malam (LSM) yang mencakup beberapa jenis report dengan format laporan yang sama, namun dibedakan berdasarkan jenis pengelompokan (grouping) data, yaitu: • Laporan LSM Menyajikan data hasil pencatatan stok malam per store dan per periode. • Laporan LSM Summary Recap Menampilkan ringkasan hasil stock opname berdasarkan periode tertentu. • Laporan Recap Stock Opname Menyajikan rekapitulasi detail hasil stock opname per store dan per item. Seluruh jenis laporan dalam modul ini dilengkapi dengan fitur export data ke Excel untuk kebutuhan analisis dan dokumentasi. 4.25 Laporan DOI (Day of Inventory) Merupakan modul laporan Day of Inventory (DOI) yang menyajikan data DOI untuk seluruh item beserta kategorinya berdasarkan Range DOI. Modul ini mendukung penyajian DOI berdasarkan forecast maupun sales, serta dilengkapi dengan fitur export data ke Excel. 4.26 Laporan Adjusted Item Report Merupakan modul laporan Adjusted Item yang menyajikan informasi frekuensi penyesuaian (adjustment) suatu item dalam periode tertentu secara dinamis. Laporan ini menampilkan jumlah penyesuaian, daftar store, PIC, tanggal LSM, serta tanggal SPB terkait, dan dilengkapi dengan fitur export data ke Excel. 4.27 Laporan Compliance & Forecast Performance Merupakan modul laporan CORE Store Performance yang menyajikan penilaian kinerja store berdasarkan empat indikator, yaitu LSM, Forecast, dan Compliance, dengan pembobotan yang berbeda. Modul ini dilengkapi dengan fitur export data ke Excel untuk kebutuhan evaluasi dan pelaporan.